Cara Merawat Kelinci Hias Bagi Pemula
Hewan Piaraan

Cara Merawat Kelinci Hias Bagi Pemula

inspirasitani.com – Siapa sih yang tidak tahu kelinci ? Hewan lucu dan menggemaskan, dan banyak dipelihara oleh manusia untuk di ambil manfaatnya tentunya. Ada yang mengambil manfaatnya sebagai hewan potong atau diambil dagingnya, dan ada yang memelihara sebagai kesenangan belaka yaitu sebagai hewan piaraan atau hias. Sebagai hewan piaraan tentu kelinci butuh perawatan karena mereka tidak bisa mendapatkan segala kebutuhannya dengan sendirinya tidak seperti saat di alam liar. Berikut Cara Merawat Kelinci yang baik.

Mengenal Kelinci

Sebelum memelihara dan merawat kelinci alangkah baiknya kita mengenal hewan yang menggemaskan ini. Klasifikasi kelinci yaitu :

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Lagormorpha

Famili : Leoporidae

Kelinci memiliki bulu – bulu yang sangat lembut, pendek dan indah. Bulu – bulu ini memiliki beraagam warna seperti hitam, putih, abu – abu dan coklat. Kelinci memiliki gigi seri yang digunakan untuk mengerat makanan dan tidak memiliki gigi taring. Sementara kelinci memiliki dua kaki depan sebagai penyeimbang berat tubuhnya saat melompat. Dua kaki belakangnya sangat kuat untuk berlari. Kelinci bertelinga panjang satu pasang. Dan katagori berreproduksi cepat.

Jenis – jenis kelinci

Kelinci Rex
Kelinci Rex

Karena reproduksi kelinci yang sangat cepat maka penyebarannya pun sangat cepat. Hampir di setiap negara memiliki jenis kelinci. Berikut jenis – jenis kelinci berdasarkan rasnya antara lain :

  • Himalayan
  • Lyon
  • American Chinchilla
  • Dutch
  • Angora
  • English Spot
  • Mono Lop
  • Giant

Kandang Untuk Merawat Kelinci

Kandang Kelinci Hias
Kandang Kelinci Hias

Sebelum kita memelihara dan merawat kelinci hal yang harus dipersiapkan adalah kandang sebagai tempat berlindung dan tampat tinggal kelinci. Bahan – bahan yang bisa digunakan untuk kandang seperti kayu, bambu, dan ada juga yang menggunakan aluminium dengan kawat setrimin. Untuk model kandang tergantung selera, namun pada prinsipnya memiliki sirkulasi udara yang bagus. Lantai kandang dibuat tidak rapat atau membuat celah agar kotoran kelinci tidak menumpuk di lantai melainkan jatuh ke bawah. Jika kotoran dan air kencing kelinci menggenang dan menumpuk di kandang maka bisa mengakibatkan lembab dan sebagai sarang bakteri. Ukuran kandang disesuaikan dengan lokasi untuk meletakkan kandang. Sebaiknya kandang dibuat petak – petak jadi kelinci tidak bercampur. Ukuran petak – petak tersebut minimal empat kali ukuran tubuh kelinci. Untuk tinggi kandang disarankan tidak terlalu pendek karena kerap kali kelinci berdiri. Kelinci sangat menyukai bersantai di tempat yang terlindung, maka buatlah tempat persembunyian. Jika akan membuat kandang bertingkat maka yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kotoran kelinci jatuh ke kelinci di bawahnya. Hal ini bisa disiasati dengan membuat tadah dari seng di antara kandang atas dan kandang bawah. Pada intinya pembuatan kandang ini yaitu menciptakan suasana sehat bagi kelinci dan mudah bagi kita dalam merawat kelinci.

Pengadaan Bibit Kelinci

Ada beberapa trik dalam mencari bibit kelinci yang baik untuk dipelihara agar tidak kecewa nantinya dalam memelihara. Jika dilihat secara fisik pilihlah kelinci yang sehat dengan ciri – ciri bentuk badan bulat, dada terlihat lebar dan daging gempal serta padat. Sementara bulu – bulunya terlihat bersih, licin, halus, rapi dan mengkilap. Perilaku kelinci yang sehat yaitu gerakannya lincah, tidak murung dan terlihat tidak lemas. Gigi kelinci yang sehat yaitu gigi seri atas berada di atas bagian gigi bawah. Untuk telinganya bersih, licin dan tegak lurus ke atas. Bagian ekor akan terlihat tegak dan mengarah lurus ke atas serta rapat ke punggung bagian belakang. Dubur terlihat bersih, kering dan tidak ada bekas kotoran yang mengering. Kaki kelinci berisi dan tidak kurus serta tidak berbentuk O atau X. Bagian hidung dan mulut kelinci harus terlihat kering dan bersih. Mata terlihat jernih, bercahaya, terang dan memiliki selaput mata yang bersih.

Hal yang tidak kalah penting dan perlu diperhatikan dalam pengadaan/pembelian bibit tidak hanya satu ekor. Kelinci merupakan hewan mamalia sosial yang hidup secara berkelompok dan membutuhkan interaksi dengan sesama. Jadi minimal kita membelinya satu pasang supaya kelinci tidak tertekan dalam hidupnya. Dan satu hal lagi, jangan membeli kelinci yang umurnya di bawah tiga bulan.

Pakan Kelinci

Kelinci merupakan binatang herbivora atau pemakan tumbuhan. Kelinci menyukai banyak makanan di antaranya rumput lunak, biji – bijian, ubi jalar dan ketela pohon. Di samping itu kelinci juga menyukai sayur – sayuran seperti wortel, bunga kol, kubis, kangkung, sawi, selada, dan lain – lain. Dan para peternak biasa memberi kelinci dengan makanan suplement supaya sehat seperti pelet. Dan sebagai makanan tambahan seperti ampas tahu, bekatul, bungkil kacang tanah/kelapa. Beri juga air minum agar kelinci tidak mudah stres. Semua jenis makanan kelinci ini mudah sekali dalam mendapatkannya.

Cara Merawat Kelinci

Merawat Kelinci Hias
Merawat Kelinci Hias
  • Kelinci akan nyaman pada suhu 16 – 22 derajat celcius, untuk itu jika kandang berada di luar ruangan usahakan ada peneduh sehingga tidak terlalu panas. Seperti jika kelinci hidup di alam bebas mereka lebih suka tinggal di dalam lobang bawah tanah karena lebih sejuk.
  • Kelinci tidak usah dimandikan kecuali kalau benar – benar kotor dan yang kelinci tidak bisa membersihkan sendiri. Cukup lakukan penyikatan dengan sikat yang lembut pada bulu – bulunya setiap 1- 2 hari sekali.
  • Usahakan pakan kelinci selalu tersedia dalam tempat makanan baik rumput, sayur ataupun pelet. Sediakan juga air untuk minum, kita bisa menggunakan botol tempat minum hamster supaya tidak tumpah jika menggunakan wadah lainnya. Air bersih ini perlu diganti setiap hari.
  • Berilah kesempatan beberapa jam setiap harinya kelinci berada di luar kandang. Hal ini berguna supaya kelinci dapat menjaga kesehatan dan kebugarannya dengan melompat – lompat dan berlari – lari.
  • Jika mengangkat kelinci harus pelan – pelan dan berhati – hati karena tubuh kelinci sangat rentan. Caranya yaitu letakkan tangan kita di bawah tubuh kelinci lalu dekap dengan erat ke tubuh kita.
  • Pastikan kandang selalu bersih yaitu dengan membersihkannya setiap satu minggu sekali atau saat kandang sudah sangat kotor. Tumpukan sisa makanan dan air kencing atau tumpahan air minum bisa menimbulkan lembab yang bisa berakibat kelinci terserang penyakit.
  • Perhatikan gerak – gerik kelinci setiap hari, jika ada perubahan tingkah laku maka amati siapa tahu ada kendala yang sedang dirasakan oleh kelinci atau sakit.
  • Ada beberapa penyakit yang biasa menyerang kelinci yang di sebabkan oleh jamur, bakteri dan virus. Penyakit – penyakit tersebut seperti gudig/kudis/scabies, flu pada kelinci, sembelit, mencret atau diare dan masih banyak lagi. Jika kelinci kita terserang penyakit – penyakit tersebut segeralah diobati, dengan memeriksanya ke dokter hewan atau bisa juga membeli obat di toko obat khusus peternakan.

Demikian tentang Cara Merawat Kelinci Hias Bagi Pemula, semoga bermanfaat. Dan untuk informasi lainnya anda bisa baca :

Cara Merawat Bunga Krisan Nan Eksotik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *