Cara Merawat Kaktus Mini
Tanaman Hias

Cara Merawat Kaktus Mini Penghias Indoor Rumah Kita

inspirasitani.com – Kaktus merupakan tanaman yang dapat tumbuh dalam jangka lama tanpa air. Tanaman ini biasa dijumpai di daerah – daerah kering atau gurun. Tapi pada kenyataanya saat ini banyak sekali penggemar tanaman hias memanfaatkan kaktus sebagai penghias ruangan. Hal ini karena kaktus memiliki bentuk yang unik dan menarik sebagai tanaman hias indoor, di samping perawatannya yang cukup mudah. Jadi bagi anda yang menginginkan dekorasi rumah anda tampak lebih indah namun anda orang yang sibuk, kaktus bisa jadi alternatifnya. Tapi sebelumnya simak dulu Cara Merawat Kaktus Mini Penghias Indoor Rumah Kita, supaya apa yang anda bayangkan sesuai dengan harapan.

Jenis – jenis kaktus mini

Kaktus Mini Penghias Rumah
Kaktus Mini Penghias Rumah

Sebelum memulai menanam kaktus anda bisa menentukan pilihan jenis kaktus apa yang akan ditanam sebagai penghias indoor rumah anda. Berikut ada beberapa jenis kaktus mini yang bisa anda pilih, antara lain :

  • Kaktus mini Mammillaria Elongata
  • Kaktus mini Mammillaria Fraileana
  • Kaktus mini Haworthia Attenuata
  • Kaktus mini Ferocactus
  • Kaktus mini Ariocarpus
  • Kaktus mini Cereus Tetragonus
  • Kaktus mini Echinofossulocactus
  • Kaktus mini Melocactus
  • Kaktus mini Lobivia Oganmaru
  • Kaktus mini Gymnocalycium
  • Kaktus mini Echinocactus Grusonii
  • Kaktus mini Astrophytum
  • Kaktus mini Cephalocereus Senilis

Media Tanam Kaktus Mini

Ada beberapa jenis media tanam yang bisa digunakan untuk menanam kaktus. Yang terpenting adalah media tanam ini memiliki sifat porous atau mudah meresap dan dan tidak menyimpan air dalam jangka yang lama. Contoh – contoh media tanam tersebut yaitu :

1. Pasir Malang

Pasrir Malang
Pasir Malang

Pasir malang terbentuk dari lahar gunung berapi yang mendingin secara cepat. Pasir malang sering dijadikan campuran media tanam kaktus karena memiliki sifat porous sehingga media tanam tidak lembab dan becek. Karena kaktus tidak menyukai media tanam yang lembab dan becek pada habitat aslinya. Jika lembab dan becek maka kaktus lebh mudah mati karena akar akan cepat membusuk.

2. Sekam

Sekam Bakar
Sekam Bakar

Sekam atau kulit padi banyak digunakan untuk media tanam karena sifatnya yang bisa menggemburkan tanah. Pada saat media tanam gembur maka akar tanaman akan lebih mudah menyerap unsur hara. Di samping itu sekam juga memiliki fungsi memperbaiki tingkat keasaman tanah. Ada dua macam sekam yang bisa digunakan sebagai media tanam yaitu sekam mentah dan sekam bakar. Melihat dari kelebihannya sekam bakar tentu lebih baik karena mengandung Zinc yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman. Sekam bakar juga mengandung silika yang dapat memperkuat daun supaya tumbuh tegak.

3. Pumice

Pumice atau batu apung adalah batuan yang terbentuk dari batuan piroklastik kaca dengan dinding batuan beku gunung berapi. Pumice memiliki ciri – ciri : berongga, tahan api, tahan jamur, dan dapat mengapung di air. Pumice memiliki sifat porous dan daya serap yang tinggi. Karena pumice memiliki rongga – rongga maka sangat bagus dalam mengikat unsur hara. Pumice juga mengandung mineral yang baik untuk tanaman.

4. Cocopeat

Cocopeat
Cocopeat

cocopeat atau sabut kelapa yang dihaluskan juga sering digunakan sebagai media tanam. Cocopeat memiliki kemampuan menyerap air dan menyimpannya lebih lama. Untuk itu perlu extra hati – hati jika cocopeat digunakan untuk media tanam kaktus karena jika penggunaan cocopeat terlalu banyak maka media tanam akan becek.

5. Pupuk Organik

Pupuk yang paling banyak digunakan dalam komposisi media tanam adalah pupuk organik. Pupuk organik ini berupa pupuk kandang atau pupuk kompos. Baca : Cara Membuat Bokashi Pupuk Organik Ramah Lingkungan. Jika menggunakan pupuk kandang hendaknya kotoran hewan yang benar – benar sudah hancur atau sudah melewati proses fermentasi.

Selanjutnya, setelah kita sudah mengenal beberapa jenis media tanam tinggal kita membuat campurannya. Komposisi media tanam untuk kaktus yang sering digunakan pada umumnya adalah pasir malang, sekam mentah / bakar dan pupuk kandang / kompos dengan perbandingan 5 : 4 : 1. Atau bisa juga dengan komposisi pasir malang 70 persen, pumice 30 persen, sedangkan sekam bisa dicampurkan atau tidak.

Cara Merawat Kaktus Mini

  • Untuk jenis kaktus indoor sebaiknya tidak terkena sinar matahari secara langsung karena bisa terbakar. Kita bisa meletakkan kaktus di dekat jendela minimal 4 jam sehari.
  • Penggunaan pot sebaiknya yang berlubang di bawahnya supaya air siraman tidak menggenang di dalam pot dan tidak menimbulkan kebusukan akar. Material pot yang dianjurkan sebaiknya dari tembikar atau terakota karena bisa menyerap air dan mengeluarkannya dari pori – pori.
  • Penyiraman tanaman kaktus adalah 1 sampai 2 minggu sekali karena tanaman kaktus tidak menyukai kelembaban yang berlebih. Cara pennyiramannya sebaiknya di semprot.
  • Pemupukan bisa dilakukan 1 atau 2 bulan sekali, bisa menggunakan pupuk organik ataupun pupuk kimia. Jika akan menggunakan pupuk kimia maka direkomondasikan menggunakan NPK untuk tanaman kaktus ini. Pemberiannya cukup 2 sampai3 butir saja.
  • Pindahkan pot secara berkala agar tanaman kaktus memperoleh sinar matahari secara merata.
  • Penggantian media tanam bisa dilakukan 6 sampai 12 bulan sekali, atau pada saat pergantian pot karena kaktus semakin tumbuh.

Demikian cara merawat kaktus mini yang baik supaya hunian anda semakin sedap dipandang mata. Semoga bermanfaat, dan untuk mengetahui informasi lainnya anda bisa membaca :

Cara Budidaya Ubi Jepang Lahan Bisnis Yang Menjanjikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *