Cara Budidaya Ubi Jepang
Budidaya

Cara Budidaya Ubi Jepang Lahan Bisnis Yang Menjanjikan

inspirasitani.com – Dari dulu kita sudah mengenal yang namanya ubi jalar atau ketela rambat, yaitu merupakan tanaman budidaya. Pemanfaatannya adalah bagian akar yang membentuk umbi berkarbohidrat tinggi. Di Indonesia sendiri banyak sekali varietas ubi jalar yang masing – masing memiliki rasa khas yang berbeda – beda. Dan kali ini yang akan kita ulas adalah ubi jalar yang berasal dari negri sakura yaitu yang kita kenal dengan nama Ubi Jepang. Lantas bagaimana Cara Budidaya Ubi Jepang ini ? Mari kita simak artikel ini sampai tuntas.

Tentang Ubi Jepang

Ubi Jepang Ungu Dan Kuning
Ubi Jepang Ungu Dan Kuning

Selama ini kita sudah mengenal tanaman ubi jalar yang di budidayakan oleh para petani di Indonesia. Varietasnya pun banyak sekali dengan beraneka ragam khas dan rasanya masing – masing. Dan beberapa tahun belakangan muncul varietas ubi jalar dari Jepang yang sudah mulai di budidayakan oleh para petani kita. Ubi Jepang atau Satsui Maimo sangat menjanjikan sebagai lahan bisnis saat ini. Di samping pemasaran di dalam negeri ubi jepang juga menjangkau pemasaran di luar negeri yaitu Jepang dan Korea. Untuk jenis yang banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu ubi jepang ungu ( Mura zaki ) dan ubi jepang kuning ( Benny azuma ). Keistimewaan dari ubi jepang ialah tidak mudah hancur, lembut, tidak berserat, empuk, mengandung vitamin A dan C, masa panen berkisar antara umur 4 – 5 bulan. Sedangkan daerah yang cocok untuk budidaya ubi jepang ini yakni pada ketinggian 600 – 1000 mdpl dengan suhu rata – rata 28 derajat celcius.

Persiapan Lahan

Tanaman Ubi Jepang
Tanaman Ubi Jepang

Yang paling utama dalam cara budidaya ubi jepang adalah mempersiapkan lahan. Yang pertama adalah penggemburan tanah, bisa dilakukan dengan mencangkul atau membajak. Hal ini dilakukan supaya tanah menjadi tidak padat sehingga akar tanaman bisa dengan mudah berkembang. Apalagi ubi jepang ini pemanfaatannya adalah umbinya tentu yang diharapkan adalah umbi yang tumbuh subur dan cepat besar. Di samping itu dengan pencangkulan atau pembajakan, gulma dan rumput bisa disingkirkan yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Pemberian dolomit dan pupuk kandang bisa dilakukan sebagai usaha pencegahan penyakit dan ketersediaan unsur hara pada tanah. Langkah selanjutnya adalah membuat gundukan – gundukan ( Guludan ) yang di antaranya diberi parit – parit kecil. Ukuran gundukan – gundukan ini adalah lebar 80 cm dan panjang menyesuaikan lahan. Di antara gundukan – gundukan itu diberi parit – parit kecil berukuran 25 cm. Setelah proses persiapan lahan selesai maka diamkan lahan selama satu minggu untuk selanjutnya bisa ditanami.

Penanaman Bibit Ubi Jepang

Bibit tanaman ubi jepang bisa kita dapatkan dari stek batang. Supaya menghasilkan ubi jepang yang berkualitas maka bibit yang ditanam juga harus bibit yang baik. Penggunaan stek batang memiliki keuntungan yaitu masa tanam yang lebih pendek dibandingkan menggunakan biji. Pilihlah batang untuk bibit yang sehat, besar, ruas – ruasnya rapat dan tidak berakar. Potong batang dengan ukuran sekitar 20 – 25 cm. Perbanyakan tanaman dengan cara stek batang ini sebaiknya cukup dilakukan 3 – 5 generasi saja, karena akan terjadi penurunan kualitas pada generasi selanjutnya. Penanaman bibit sebaiknya menggunakan jarak tanam 40 cm di atas gundukan dengan batang yang menancap dalam tanah sekitar 3 – 4 cm.

Perawatan Tanaman Ubi Jepang

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebuah proses budidaya tentu butuh perawatan yang baik. Perawatan yang harus dilakukan meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan dan perlakuan khusus :

  • Tanaman ubi jepang butuh penyiraman secara rutin setip hari satu kali jika memasuki musim kemarau. Tetapi jika musim hujan maka hal ini tidak perlu dilakukan.
  • Penyiangan gulma atau rumput bisa dilakukan saat gulma atau rumput mulai terlihat tumbuh di sekitar tanaman ubi jepang. Setiap lokasi tentu punya karakter yang berbeda, ada yang rumputnya cepat tumbuh dan ada yang lambat. Gulma atau rumput ini jika dibiarkan maka akan mengganggu pertumbuhan tanaman karena akan ikut menyerap unsur hara yang ada dalam tanah.
  • Pemupukan bisa dilakukan pada saat tanaman berusia 2 bulan, POC ( Pupuk Organik Cair ) di semprotkan ke tanah di sekitar batang tanaman ( Baca : 3 Cara Membuat Bokashi Pupuk Organik Ramah Lingkungan ). Hal ini dilakukan setelah kita melakukan penyiangan terlebih dahulu supaya lebih efektif. Setelah lima hari dari penyemprotan POC bisa memberi pupuk ponska, taburkan di sekitar batang tanaman.
  • Memberi perlakuan khusus kepada tanaman ubi jepang juga sangat perlu. Perlakuan khusus yang dimaksud adalah membalik tanaman karena sudah mulai memanjang. Hal ini bertujuan agar tanaman yang menjalar pada ruas – ruasnya tidak muncul akar yang tumbuh pada permukaan tanah. Jika hal ini terjadi maka dikhawatirkan akan mempengaruhi proses pertumbuhan umbi, sehingga umbi ubi jepang menjadi kerdil atau kecil. Sampai pada proses panen perlakuan ini bisa dilakukan satu hingga dua kali atau sesuai kebutuhan dengan melihat kondisi tanaman.

Masa Panen

Panen Ubi Jepang
Panen Ubi Jepang

Masa panen bisa dilakukan saat tanaman ubi jepang berumur 4 – 5 bulan sejak proses tanam. Proses panen dilakukan dengan sabit atau parang untuk memotong batangnya terlebih dahulu. Singkirkan batang atau tanaman ubi jepang yang telah dipotong supaya tidak mengganggu pengambilan umbinya. Pengambilan ubi jepang dilakukan dengan menggali atau membongkar guludan dengan cangkul. Lakukan dengan hati – hati supaya tidak ada ubi yang terpotong ataupun lecet. Biasanya ubi jepang memiliki berat berkisar antara 200 – 500 gram.

Demikian Cara Budidaya Ubi Jepang semoga bermanfaat. Untuk mengetahui informasi lainnya anda bisa membaca :

Cara Membuat Nutrisi AB Mix Sederhana Untuk Hidroponik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *