Budidaya talas beneng, tanaman liar jadi dollar
Budidaya

Budidaya Talas Beneng, Tanaman Liar Jadi Dollar

inspirasitani.com -Budidaya talas beneng saat ini mulai di geluti masyarakat tani di di Indonesia khususnya di Jawa barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Usaha membudidayakan talas beneng cukup menjanjikan untuk meraup pundi-pundi dollar sebagai komoditas baru untuk ekspor. Dan saat ini Indonesia belum bisa memenuhi jumlah permintaan dari negara-negara tujuan ekspor. Untuk itu masih sangat terbuka luas peluang bisnis Budidaya Talas Beneng, Tanaman Liar Jadi Dollar.

Tentang Talas Beneng

Tanaman liar dari lereng-lereng gunung di Provinsi Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang ini lebih dikenal dengan nama talas beneng atau nama latinnya Xantoshoma undipes. Kata beneng merupakan singkatan dari kata besar dan koneng (kuning). Memang talas beneng ini memiliki ukuran umbi yang sangat besar dan apabila di belah umbinya berwarna kuning. Umbi atau talas inilah yang dapat dikonsumsi dan bisa dijadikan bahan dasar makanan olahan lainnya. Selain talasnya tanaman ini juga bisa dikonsumsi batangnya. Talas beneng ini memiliki kandungan protein, karbohidrat, mineral, dan serat yang relatif tinggi.

Syarat Tumbuh Talas Beneng

Talas beneng dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, namun demikian tanaman ini akan tumbuh maksimal pada tanah berpasir dengan PH tanah antara 5,5 – 6,5. Sementara ketinggian optimal yakni 250 – 1300 mdpl dengan curah hujan 1000 mm/th. Tanaman ini dapat dapat menerima pencahayaan terbuka sampai ternaungi 60% dengan suhu optimal 21 – 27.

Budidaya Talas Beneng

Bibit Talas Beneng
Bibit Talas Beneng

Menyiapkan Bibit

Bibit talas beneng bisa diperoleh dari berbagai cara, antara lain :

Bibit dari anakan / Tunas umbi

Cara ini yaitu memisahkan anakan dari induknya dan sebaiknya disemai dengan jarak tanam yang rapat hingga terbentuk umbi. Dan setelah terbentuk umbi bibit bisa dipindah tanam ke lahan dengan cara digali. Bibit tersebut dibuang sebagian akarnya serta di potong daunnya kecuali yang masih kuncup. Tetapi ada juga petani yang langsung menanam anakan pada lahan.

Bibit dari Huli / tanaman bekas panen

Cara ini yaitu memanfaatkan sisa hasil panen berupa sedikit umbi di pangkal akar dan beberapa centimeter batang di atasnya. Bisa juga dengan memotong-motong umbi di setiap tunasnya. Pembibitan dari hasil panen ini juga bisa disemai terlebih dahulu atau langsung tanam di lahan.

Menyiapkan Lahan

Sebelum melakukan proses penanaman hal yang perlu dilakukan adalah pengolahan tanah. Tanah dibersihkan dari rumput dan tanaman lain yang mengganggu dengan cara dibabad. Yang selanjutnya adalah penggemburan lahan bisa dilakukan dengan bajak/cultivator. Kemudian membuat lubang untuk menanam. Dalam setiap lubang tanam diberikan pupuk organik sebanyak 2 sampai 5 kilogram. Untuk proses penanaman yang tidak menggunakan pengolahan tanah maka yang harus dilakukan cukup dengan membersihkan tanah dari rumput dan tanaman lain. Selanjutnya pembuatan lubang tanam dan pemberian pupuk organik.

Penanaman

Pengaturan jarak tanam perlu diperhatikan supaya tanaman tumbuh dengan maksimal. Untuk lahan tanpa tegakan kita bisa membuat jarak tanam 1 x 1 meter dengan jumlah tanaman berkisar antara 8000 – 10000 tanaman per hektar. Sedangkan untuk lahan di bawah tegakkan bisa menyesuaikan, misalnya 2 x 2 meter sampai 3 x 3 meter, tergantung tanaman utama di atasnya. Waktu penanaman bibit talas Beneng sebaiknya di musim hujan untuk menghindari gagal tumbuh. Cara penanaman bibit tersebut yaitu dengan membuat lubang tanam sedalam 15 sampai 20 cm. Letakkan bibit di dalam lubang tersebut dengan posisi mata tunas tegak ke atas. Kemudian tutup lubang tanam dengan pupuk organik dan tanah. Penyulaman bisa dilakukan maksimal 15 hari setelah tanam.

Tanaman Talas Beneng
Tanaman Talas Beneng

Pemeliharaan

  • Seperti halnya dengan tanaman budidaya lainnya, talas beneng juga perlu pemeliharaan yang baik untuk memperoleh hasil yang maksimal. Adapun pemeliharaan yang perlu dilakukan antara lain :
  • Penyiangan perlu dilakukan saat tanaman berusia 3 dan 7 bulan atau tergantung gulma yang dapat menurunkan hasil. Proses penyiangan sebaiknya dilakukan secara mekanis.
  • Pemangkasan daun tua bisa dilakukan setelah 3 bulan yaitu dengan menyisakan 3 atau 4 daun muda. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pertumbuhan dan pembesaran umbi.
  • Pemupukan dasar dilakukan setelah tanaman berusia 3 bulan setelah hari tanam, menggunakan pupuk NPK dengan ukuran 150 sampai 200 kg per hektar.

Panen

Mengingat tanaman talas beneng memiliki manfaat dari daun, batang dan umbinya maka proses pemanenan juga memiliki waktu atau tahapan yaitu :

Panen Daun

Daun yang dipanen setelah umur 3 bulan dengan jumlah 3 – 4 lembar daun tua menghasilkan berat sekitar 0,2 kg.

Daun yang dipanen setelah 4 bulan dengan jumlah 3 – 4 lembar daun tua menghasilkan berat sekitar 0,3 kg.

Daun yang dipanen setalah 5 bulan sampai panen umbi akan menghasilkan sekitar 1 kg per pohon.

Panen Umbi

Umbi yang dipanen pada saat umur 8 sampai 12 bulan produksinya 3 – 6 kg.

Umbi yang dipanen pada umur lebih dari 12 bulan bisa mencapai 10 – 15 kg.

Panen umbi dengan populasi 8.000 tanaman per hektar berkisar antara 30 – 80 t0n per hektar.

Demikian cara Budidaya Talas Beneng semoga bermanfaat. Untuk mengetahui informasi lainnya anda juga bisa membaca :

Manfaat Susu Kambing Etawa Untuk Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *